Jumat, 22 Mei 2009

Bontang
Kunjungan Ibu Hamil di Bawah Standar Nasional

Senin, 16 Maret 2009 | 22:11 WITA

BONTANG - Cakupan kunjungan ibu hamil di Kota Bontang masih di bawah standar nasional. Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna Laporan Pertanggungawaban Wali Kota Bontang tahun anggaran 2008 pekan lalu di DPRD Bontang. Standar nasional tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1457/Menkes/SK/X/2003 tentang standar minimal pelayanan bidang kesehatan minimal di kabupaten/kota.

Dalam Bab II Pasal 2 ayat 2 disebutkan, pelayanan kesehatan minimal untuk cakupan kunjungan ibu hamil K4 95 persen. Sementara Kota Bontang tercatat 80,50 persen. Angka ini juga tidak sesuai dengan target Pemkot Bontang yang di 2008 mematok angka 90 persen untuk cakupan kunjungan ibu hamil K4.

Wali Kota Sofyan Hasdam menjelaskan, cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil (K1), di 2008 ditargetkan 100 persen. Namun hanya tercapai 85,20 persen. "Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2007 sebesar 99,5 persen terjadi penurunan. Tetapi, secara kuantitas pada prinsipnya pelayanan kesehatan ibu hamil (K1) tidak mengalami penurunan.

Namun adanya peningkatan jumlah penduduk berdasarkan pendataan terbaru sebagai factor pembagi menyebabkan secara persentase terjadi penurunan jumlah ibu hamil yang mendapatkan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan," katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah wilayah yang belum optimal karena kondisi daerah yang agak terpencil seperti Bontang Lestari dan kepulauan. Sofyan mengakui, pencapaian tersebut masih di bawah target nasional yang ditetapkan sebesar 90 persen. Namun, Sofyan mengatakan, persalinan oleh tenaga kesehatan di 2008 memenuhi target, bahkan naik dari target 95 persen menjadi 95,20 persen.

"Hal ini menunjukkan bahwa selama tahun 2008 proses persalinan 95 persen sudah dilaksanakan oleh tenaga kesehatan. Namun sebagian kecil masyarakat yang masih memanfaatkan jasa dukun bayi terutama pada daerah terpencil dan masyarakat miskin perkotaan yang disebabkan faktor budaya, transportasi dan faktor keluarga/lingkungan meskipun pertolongan persalinan telah dibebaskan dari biaya," katanya.

Untuk indikator Bontang Sehat 2008 lainnya, Bontang kata Sofyan sudah mengalami peningkatan di atas standar nasional. Salah satunya adalah ketersediaan sarana dan tenaga pelayanan kesehatan memadai, yang mencakup Rasio Puskesmas terhadap penduduk yakni dari target 5,54 per 100.000 penduduk pada tahun 2008 tercapai sebesar 10,38 per 100.000 penduduk.

"Pencapaian target ini relatif jauh lebih baik daripada target nasional yang hanya ditetapkan >3 per 100.000 penduduk. Hal ini disebabkan pada tahun 2007 mulai bulan Juli terdapat perubahan sistem pelayanan kesehatan khususnya pada PPK I (pemberi pelayanan kesehatan tingkat I/Pertama) dimana sebelumnya dilaksanakan oleh Puskesmas, kemudian dilaksanakan oleh Dokter Keluarga. (asi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar